Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi (BPBRIN) pada akhir tahun ini banyak sekali mendapatkan kunjungan. Salah satu kunjungannya dari Universitas Brawijaya dan Universitas Islam Sultan Agung Semarang (25/11), dalam kunjungan yang berlangsung dari siang hingha sore hari tersebut disambut dengan baik oleh Ketua BPBRIN UNAIR Dr. Muhammad Nafik. Dalam kunjungan merupakan moment yang menarik karena BPBRIN mendapatkan kunjungan dari Universitas Negeri dan Swasta sekaligus, dalam bertukar ide untuk mengembangkan Universitas.

 

Rapat Kerja Satuan Usaha Akademik (SUA) dan Satuan Usaha Komersial (SUK) menjadi moment untuk menyatukan arah gerak para Holding University supaya tercipta iklim yang baik untuk menunjang Universitas Airlangga sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum.

 

 

Diabetes adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal. Tercatat bahwa diabetes merupakan penyakit paling mematikan ketiga di Indonesia. Terbatasnya pilihan terapi diabetes herbal mendorong Guru besar dan Profesor Fakultas Farmasi dari Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sukardiman, Apt., MS, untuk meramu dan memformulasikan herbal antidiabetes bernama Diabetkol. Diabetkol  telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta telah mendapatkan sertifikat halal bersamaan dengan hal tersebut juga diberikan paten formulasi dan merk untuk produk diabetkol.

Produk Diabetkol berbahan ekstrak kulit buah manggis dan daun kumis kucing mampu menormalkan gula darah; menurunkan kolesterol; hingga menurunkan hipertensi. Bersama dengan HUT Universitas Airlangga ke 67 Produk Diabetkol diluncurkan dan telah tersedia diberbagai marketplace. Diluncurkannya Diabetkol saat HUT Universitas Airlangga sebagai sebuah kontribusi nyata bagi almamater.