Inkubator Bisnis dan Teknologi yang dikelola Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi Universitas Airlangga ditunjuk oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk melaksanakan Program Kewirausahaan Sosial (Prokus). Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan di Kabupaten Mojokerto dengan melakukan pendampingan bagi keluarga penerima manfaat. Ceo Start Up yang ada di Inkubator Bisnis dan Teknologi juga ikut berpartisipasi sebagai mentor bagi keluarga penerima manfaat supaya para peserta mampu untuk mandiri dalam menjalankan usahanya dan terus berinovasi.

 

 

 

Universitas Airlangga dengan Direktorat Jendral Industri Agro Kementerian Perindustrian melakukan tanda tangan kerjasama terkait mesin produksi glukosamin.
Glukosamin merupakan bahan baku obat yang terbuat dari limbah udang, kepiting, dan lobster yang tergolong krustasea. Bahan baku yang berlimpah di Indonesia menjadi pendukung produksi glukosamin untuk terus berkembang dan bisa menekan angka impor glukosamin sebagai bentuk kemandirian. Teaching Industri Glukosamin, Sebagai salah satu teaching industri Universitas Airlangga dikelola oleh Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi.

 

 

 

Produk Inovasi BHA sudah memasuki tahun kedua Monitoring dan Evaluasi. Produk Inovasi dari peneliti Universitas Airlangga ini dapat dipergunakan sebagai sediaan pengisi tulang yang biokompatibel dan biodegradabel yang sekaligus adalah matriks pembawa antibiotika (sistem penghantaran obat) dan dapat menjadi solusi untuk kasus celah tulang akibat fraktur.

 

 

Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi (BPBRIN) pada akhir tahun ini banyak sekali mendapatkan kunjungan. Salah satu kunjungannya dari Universitas Brawijaya dan Universitas Islam Sultan Agung Semarang (25/11), dalam kunjungan yang berlangsung dari siang hingha sore hari tersebut disambut dengan baik oleh Ketua BPBRIN UNAIR Dr. Muhammad Nafik. Dalam kunjungan merupakan moment yang menarik karena BPBRIN mendapatkan kunjungan dari Universitas Negeri dan Swasta sekaligus, dalam bertukar ide untuk mengembangkan Universitas.

 

Rapat Kerja Satuan Usaha Akademik (SUA) dan Satuan Usaha Komersial (SUK) menjadi moment untuk menyatukan arah gerak para Holding University supaya tercipta iklim yang baik untuk menunjang Universitas Airlangga sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum.

 

 

Prisma Megantoro, S.T., M.Eng. sedang memperlihatkan PLTS yang berada di lantai paling atas dari Gedung Kuliah Bersama, dengan menggunakan tenaga Surya, PLTS tersebut sudah mampu untuk mengaliri listrik di lantai 9 dan 10 gedung tersebut, seperti terlihat pada foto di atas dua tim reviewers sedang memperhatikan dengan seksama hasil dari apa yang dikerjakan tim PLTS Universitas Airlangga. Tim PLTS dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) yang berhasil mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui program matching fund menggandeng Pembangkitan Jawa Bali (PJB) sebagai mitra strategisnya. Monitoring dan evaluasi (27/11) yang dilaksanakan sangat membantu untuk terus mengawal kemajuan dari penelitian Universitas Airlangga.

 

 

Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi melalui Inkubator Bisnis dan Teknologi mengadakan workshop selama dua hari di Hotel Bumi Surabaya. Workshop yang diikuti oleh start up binaan Inkubator Universitas Airlangga dipandu oleh dua narasumber yang fokus pada bidang pengembangan bisnis untuk menambah ilmu bagi para start up yang telah hadir. Prof. Dr. Fendy Suhariadi, M.T., yang merupakan Guru Besar Fakultas Psikologi di Departemen Psikologi Industri dan Organisasi. Dalam pemaparan Prof. Fendy di hari pertama menyampaikan materi terkait Analisis SWOT dan Analisis Beban Kerja. Pada kesempatan terakhir di hari pertama para start up yang hadir dalam Workshop diberikan penugasan terkait Analisis SWOT.

Hari kedua dihadirkan pula Cita Mellisa yang merupakan Head of IDX Incubator East Java at Indonesia Stock Exchange. Cita Mellisa yang memberikan gambaran terkait perkembangan start up dan bagaimana iklim start up di Indonesia. Pemaparkan yang disampaikan di hari kedua juga diisi oleh Koordinator Inkubator Bisnis dan Teknologi Dr. Achsania Hendratmi. Pada Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut kemudian ditutup oleh Ketua Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi Dr. Muhammad Nafik Hadi Ryandono, S.E., M.Si. Program semacam ini dilaksanakan demi untuk meningkatkan kualitas start up binaan dan memberikan pendampingan dalam mengelola usaha atau bisnis yang dijalankan untuk tetap eksis dikemudian hari.

 

Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi Universitas Airlangga menerima tamu dari Universitas Sebelas Maret (11/11). UNAIR yang telah mendapatkan status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH) sejak 2013 sudah mandiri mengelola rumah tangganya sendiri sesuai dengan tujuan Universitas Airlangga. Dengan begitu diharapkan perguruan tinggi bisa lebih cepat berkembang dan berinovasi. Universitas Sebelas Maret yang baru mendapatkan status PTN BH melakukan kunjungan ke BPBRIN UNAIR untuk belajar pengelolaan industri. Badan Pengelola Usaha UNS yang telah mengelola air tanah menjadi air siap minum dikenal dengan nama Smart Wasser. Keberhasilan BPU UNS dalam mengembangkan air siap minum menjadi pondasi awal dalam kemandirian PTN BH.

Dalam pertemuan yang berlangsung di gedung kahuripan lantai 3 tersebut berlangsung dengan saling bertukar ide dan diselingi dengan tawa antar kedua badan yang sama-sama mengelola bisnis di masing-masing universitas. Pada sesi diskusi dipaparkan oleh Ketua Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi berkaitan dengan profile BPBRIN dalam pemaparan tersebut juga dijabarkan terkait produk-produk inovasi yang dihasilkan oleh teaching-teaching industry yang bernaung dibawah BPBRIN. Pada sesi terakhir kunjungan Badan Pengelola Usaha UNS diajak untuk berkeliling teaching industry yang dikelola Universitas.

 

 

Diabetes adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal. Tercatat bahwa diabetes merupakan penyakit paling mematikan ketiga di Indonesia. Terbatasnya pilihan terapi diabetes herbal mendorong Guru besar dan Profesor Fakultas Farmasi dari Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sukardiman, Apt., MS, untuk meramu dan memformulasikan herbal antidiabetes bernama Diabetkol. Diabetkol  telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta telah mendapatkan sertifikat halal bersamaan dengan hal tersebut juga diberikan paten formulasi dan merk untuk produk diabetkol.

Produk Diabetkol berbahan ekstrak kulit buah manggis dan daun kumis kucing mampu menormalkan gula darah; menurunkan kolesterol; hingga menurunkan hipertensi. Bersama dengan HUT Universitas Airlangga ke 67 Produk Diabetkol diluncurkan dan telah tersedia diberbagai marketplace. Diluncurkannya Diabetkol saat HUT Universitas Airlangga sebagai sebuah kontribusi nyata bagi almamater.

 

 

 

[ Proposal Inovasi dan Hilirisasi 2022 ]

Dalam rangka mempersiapkan pendanaan dari Kementerian/Lembaga terkait hilirisasi hasil inovasi Perguruan Tinggi serta sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas proposal Civitas Akademi Universitas Airlangga yang memperoleh pendanaan pada tahun 2022, Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi Universitas Airlangga (BPBRIN UNAIR) mengadakan kegiatan pendampingan penyusunan proposal hilirisasi. Untuk itu sebagai langkah awal, dengan ini kami mengharapkan Bapak/Ibu Pimpinan Fakultas dan Sekolah Pascasarjana dapat mendelegasikan ke para peneliti untuk mengirimkan draft usulan proposal.

Sebagai informasi beberapa program pendanaan terkait hilirisasi pada tahun 2017-2021 adalah sebagai berikut:
1. Riset Inovasi Produktif (RISPRO) Invitasi/Kompetisi dari LPDP
2. Hibah Inovasi Perguruan Tinggi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
3. Program Matching Fund dari Kemdikbud Ristek
4. Program Startup Inovasi Indonesia (Pra-Startup) dari BRIN/Kemdikbud Ristek

Draft usulan proposal paling lambat dikirimkan sebelum tanggal *15 Desember 2021 jam 23.59 WIB* ke email info@bpbrin.unair.ac.id.

Panduan/Pedoman program pendanaan di atas dan pilihan Format proposal dapat di unduh pada link berikut https://s.id/IpfOc

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdr. Toni Prasetyo 0814-7550-5043