Inkubator Bisnis dan Teknologi Universitas Airlangga menjadi salah satu dari delapan Inkubator terpilih Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM 2021. Delapan Inkubator terpilih tersebut adalah Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi Universitas Airlangga, Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya, Inkubator Bisnis LPPM Universitas Udayana, Siger Innovation Hub Lampung, Pusat Inkubator Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua, Cubic Inkubator Bisnis Bandung, Pusat Inkubator Bisnis-Oorange Universitas Padjajaran, Pusat Pengembangan Inovasi dan Inkubator Bisnis Teknologi Universitas Tanjungpura.

Proses Pendaftaran yang berlangsung dari tanggal 1 Maret sampai 7 Maret 2021. Inkubator Bisnis dan Teknologi Universitas Airlangga mendapatkan kunjungan dari LPDB-KUMKM pada tanggal 9 Maret 2021 bertempat di Inkubator Bisnis dan Teknologi Kampus B Universitas Airlangga. Kabar gembira diterimanya Inkubator Universitas Airlangga sebagai Inkubator terpilih pada tanggal 31 Maret 2021 dan dilanjutkan perjanjian kerjasama pada tanggal 9 April 2021. Perjanjian kerjasama ditandatangani oleh Dr. Muhammad Nafik Hadi Ryandono, S.E., M.Si. selaku ketua Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi (BPBRIN) sebagai Badan yang menaungi Inkubator Bisnis dan Teknologi Universitas Airlangga.


Sekitar 69 pendaftar yang ikut dalam Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM 2021 kemudian diseleksi menjadi 30 Inkubator dan diseleksi lagi menjadi 19 Inkubator dalam seleksi final. Dari 19 Inkubator yang masuk dalam final LPDB kemudian memilih 8 inkubator terpilih yang lolos dalam Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM 2021. Inkubator Bisnis dan Teknologi yang memiliki fasilitas yang lengkap seperti 12 ruang kerja tenant, coworking space, fasilitas webinar, dan tim mentor untuk menunjang perkembangan tenant.

Badan Pengemangan Bisnis Rintisan dan Inovasi (BPBRIN) Unversitas Airlangga melakukan Studi Banding ke Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada pada tanggal 25-26 Maret 2021. Pusat Inovasi Agroteknologi Universitas Gadjah Mada yang beralamat di Desa Kalitirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta tersebut memiliki luas 35 Ha yang terletak ditengah-tengah pedesaan yang memang cocok untuk perternakan, pertanian, dan perikanan.

Kunjungan BPBRIN Universitas Airlangga selama dua hari di PIAT Universitas Gadjah Mada diwakili oleh Sekretaris BPBRIN Mahendra Tri Arif Sampurna, dr., Sp.A (K) didampingi oleh Koordinator Bidang Alih Teknologi dan Hilirisasi Daruti Dinda Nindarwi, S.pi., M.P., Koordinator Bidang Teaching Industry dan Science Techno Park Wahyu Isroni, S.Pi., M.P., dan Koordinator Bidang Pengembangan Bisnis dan Pemasaran Dr. Mas Rahmah, SH., M.H. tidak lupa juga perwakilan dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga, Moh. Sukmanadi, M.Kes., Drh.

PIAT merupakan garda terdepan Universitas Gadjah Mada dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). PIAT secara aktif mewujudkan kemandirian sektor agro sebagai pilar ekonomi nasional yang berbasis inovasi teknologi ramah lingkungan dan optimalisasi sumber daya energi, dengan memanfaatkan lahan seluas 35 Ha di Kalitirto dan 151 Ha di Mangunan-Girirejo, Dlingo-Imogiri. keberhasilan PIAT dalam mengelola lahan yang luas berbasis integrated farming menjadi prototipe Universitas Airlangga dalam mengembangkan Taman Ternak Pendidikan (Teaching Farm) di Kabupaten Gresik seluas 50 Ha.

Pertemuan antara Sekretaris dan Koordinator Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi (BPBRIN) bersama perwakilan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga dengan pihak Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada dapat memberikan dampak yang signifikan dalam mengembangkan Teaching Farm Universitas Airlangga.

 

Castuarine merupakan nama hasil dari rebranding Aulia Hijab Indonesia pada tahun 2020. Castuarine yang memiliki kepanjangan Confident Authentic Smart Trustworthy Unique dan Adorabel merupakan salah satu start up binaan dari ATAVI Incubator, Universitas Airlangga yang bergabung pada akhir tahun 2020. Grand Launching Castuarine yang diadakan di Grand City Mall, East Atrium, Surabaya pada minggu, 14 Maret 2021 merupakan bentuk rebranding dari Castuarine untuk mengenalkan produknya pada masyarakat luas.

Produk Castuarine yang membawa pesan-pesan kehidupan sengaja diberikan oleh sang pendiri Aulia Puspita Supriyadi sebagai bentuk support system untuk perempuan Indonesia supaya menjadi perempuan yang tangguh dan cerdas. Castuarine dalam mengenalkan produknya menghadirkan hijab yang syarat akan nilai-nilai kehidupan dalam setiap motif hijab mendobrak pasar hijab yang mainstream dengan motif bunga.

Sebagai start up, Castuarine tercatat dalam pembinaan ATAVI Incubator, Universitas Airlangga. Sebagai sebuah Inkubator, ATAVI berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk tenant supaya nyaman dan berkembang, bentuk pelayanan yang diberikan Inkubator Bisnis dan Teknologi kepada tenant yang dibina meliputi kantor yang didalamnya terdapat fasilitas dan infrastruktur, mentoring dan consulting, workshops, assesments, linkage dan networking. Castuarine yang telah menjadi sebuah Perseroan Terbatas (PT) yang dibantu oleh BPBRIN yang bernama PT. Puspa Fima Daya.

Berdasarkan pengumuman pada laman Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI), berikut kami sampaikan daftar Peneliti dari Universitas Airlangga yang Proposalnya Layak (Eligible) Pendanaan Riset Inovatif dan Produktif (RISPRO) untuk skema Kolaborasi Internasional (RISPRO KI), Riset Inovasi Diaspora dan Newton Fund Impact.

No Nama Lengkap Fakultas Judul Partner LN Skema Pendanaan
1 Muhammad Miftahussurur., dr., M.kes., Sp.PD., Ph.D FK Analysis of pH Gaster, Helicobacter pylori and Duodenal Microbiome in Gastro-duodenal Diseases: a comprehensive study Oita University, Japan RISPRO KI
2 Dr. Inge Dhamanti, SKM, MKes, MPH, PhD FKM Safqual: Improving Patient Safety Through Capacity Building And Implementation Of Safety Quality Projects In Indonesian Hospitals La Trobe University, Australia RISPRO KI
3 Prof. DR. Kuntaman Kuntaman, MD., MS., SpMK(K) FK Rapid Identification And Comprehensive Analysis Of Bloodstream Pathogens, Antibiotic Resistance Genes Directly From Clinical Blood Cultures By Nanopore Sequencing University of The Ryukyus, Japan RISPRO KI
4 Mahendra Tri Arif Sampurna, dr., Sp.A(K) FK Improving Neonatal Hyperbilirubinemia Management In Indonesia University of Groningen RISPRO KI
5 Iman Harymawan, Ph.D FEB Attracting Global Investor: Repositioning Indonesian Capital Market Post-covid-19 Outbreak Edith Cowan University RISPRO KI
6 Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons) FKp Electro Urobag as a Research and Technology Development for Critical Care Unit Innovation Universiti of Malaya, Malaysia RISPRO KI
7 Gunawan Setia Prihandana, PhD FST Fabrication of Functional Nanoporous Membranes for Renal
Microdialysis, Biomedical and Biological Applications
Keio University, Japan RISPRO KI
8 Mochamad Zakki Fahmi, S.Si, M.Si, Ph.D FST Design Of Carbon Nanodots For Integrative Detection And Therapy Of Hiv Disease National Taiwan University of Science and Technology

Universiti of Malaya

RISPRO KI
9 Prof. Dr. Moh. Yasin, M.Si FST Optical Machine-learning-assisted Heart Diagnostic Techniques (in Collaboration With Nfis 2020) Aston University Newton Fund
10 Prof. Dr Fedik Abdul Rantam, drh FKH Genome Surveillance And Vaccine Development For Sars-cov2 Virus In Eastern Indonesia Manchester University Riset Inovasi Diaspora

 

Surat Keputusan Direktur Eksekutif DIPI dapat di unduh pada link berikut.

Sumber: https://www.dipi.id/pengumuman-keputusan-daftar-proposal-eligibel/

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang PS Brodjonegoro kembali mengumumkan Penetapan Proposal Penerima Dukungan Pendanaan Tahap II secara daring, Jumat (10/07). Program pendanaan ini merupakan kelanjutan setelah Tahap I yang diumumkan pada 18 Mei 2020 lalu.

Program Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 merupakan program pendanaan penelitian dari Kemenristek/BRIN serta didukung oleh LPDP Kementerian Keuangan yang diberikan kepada berbagai institusi, lembaga, dan industri yang mempunyai R&D (Research and Development) untuk secara kolaboratif melaksanakan kegiatan Litbangjirap dalam upaya pencegahan, deteksi, penyebaran, dan/atau penanggulangan wabah COVID-19 di Indonesia.

Dari 903 judul proposal yang masuk, telah dilakukan proses review dan penilaian sehingga yang lolos sebanyak 139 proposal. Adapun, proposal tersebut meliputi 5 bidang prioritas yakni Pencegahan ( 30 proposal), Skrining dan Diagnosis (15 proposal), Alat Kesehatan dan Pendukung (34 proposal), Obat-obatan, Terapi dan Multicenter Clinic (19 proposal), Sosial Humaniora dan Public Health Modelling (41 proposal) dengan total dana yang diberikan sebesar Rp 27,3 Miliar.

Daftar penerima program pendanaan proposal penelitian Riset dan Inovasi COVID-19 Tahap II dapat dilihat pada tautan ini.

Kami sampaikan Selamat kepada Tim Peneliti dari Universitas Airlangga yang menerima program pendanaan proposal penelitian Riset dan Inovasi COVID-19 Tahap II, yaitu:

1. Gunawan Setia Prihandana, ST., M.Eng., Ph.D dari Sekolah Teknologi Maju dan Multidisiplin, dengan judul: Pembuatan Prototipe Reusable Mask N95 dengan Teknologi Membran Nanopori.
2. Ali Rohman, Drs., M.Si., Ph.D.. dari Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati dengan judul: Analisis Variant Spike Protein SARS-Cov-2 Asal Indonesia dan Pengaruh Terhadap Afinitas Receptor Binding Doman
3. dr. Niko Azhari Hidayat, Sp.BTKV dari Sekolah Teknologi Maju dan Multidisiplin dengan judul Airlangga Robotic Triage Assistant (Arta)

Sumber: https://ristekdikti.go.id/kabar/menristek-kepala-brin-umumkan-penerima-dana-penelitian-tahap-ii-program-konsorsium-riset-dan-inovasi-covid-19/

Sebagai bagian dari program Pendanaan Riset Inovati Produktif (RISPRO) Tahun 2020, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bekerjasama dengan Universitas Airlangga melalui Lembaga Pengembangan Bisnis dan Inkubasi (LPBI) mengadakan kegiatan Sosialisasi. Kegiatan ini diselenggarakan pada Hari Senin tanggal 17 Februari 2020 dan diikuti oleh para Dosen/Peneliti Universitas Airlangga dan beberapa dari Perguruan Tinggi lain di Jawa Timur seperti ITS, UPN, Unitomo dan Universitas Brawijaya.
Sosialisasi dibuka oleh Wakil Rektor IV Universitas Airlangga, Prof. Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D.

Rochmat Hidayatulloh selaku Project Manager RISPRO dan perwakilan dari LPDP menyampaikan materi terkait kebijakan RISPRO LPDP. Pada Tahun 2020 ini selain terdapat RISPRO KOMPETISI dan RISPRO INVITASI, terdapat RISPRO KOLABORASI INTERNASIONAL. Informasi dan pedoman terkait RISPRO KOLABORASI INTERNASIONAL disampaikan oleh Dr. Teguh Rahardjo selaku Direktur Eksekutif Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI).

Materi sosialisasi RISPRO LPDP 2020 dapat diunduh pada link berikut.

 

 

 

Mohon doa dan dukungan sahabat LPBI!!!

Andi Hamim Zaidan selaku Sekretari dan Achsania Hendratmi selaku koordinator inkubasi bisnis dan produk Lembaga Pengembangan Bisnis dan Inkubasi Universitas Airlangga mewakili PT. Inovasi Bioproduk Indonesia (INOBI) dalam ajang Asian Entrepreneurship Award 2019 pada tanggal 30 Oktober s.d. 1 November 2019 di Jepang.

Semoga dapat membawa hasil terbaik untuk Universitas Airlangga.

suarasurabaya.net – Lembaga Pengembangan Bisnis dan Inkubasi (LPBI) Unair menggagas Airlangga Startup Camp bagi para pelaku startup di Unair sebelum diinkubasi.

Achsania Hendratmi Koordinator Inkubasi Produk dan Bisnis LPBI Unair mengatakan, camp ini diadakan agar para pelaku startup lebih dulu memahami proses bisnis dalam industri startup.

“Camp menyiapkan (para pelaku, red) startup. Biasanya startup gak berbasis anak-anak bisnis. jadi mereka harus dapat model bisnis canvas, perencaaan bisnis, menyusun rencana keuangan, pencatatan keuangan, dan kemudian bagaimana mereka, strategi marketing. Itu yang ditajamkan dulu,” ujar Achsania ketika ditemui usai menjadi pemateri roadshow Airlangga Startup Camp di Unair pada Rabu (21/8/2019).

Ia menjelaskan, camp ini akan menghadirkan para ahli dibidang bisnis. Setelah menjalani camp selama tiga hari, maka para pelaku startup akan menjalani proses inkubasi di LPBI.

“Inkubasinya selama 2-3 tahun untuk tenant non IT dan maksimal 1 tahun untuk tenan IT,” katanya.

Pelaku startup yang bisa mengikuti program inipun bukan hanya dari kalangan mahasiswa. Alumni dan Dosen Unair yang memiliki produk startup juga bisa memanfaatkan progrma ini. Achsania mengaku, ini adalah bagian upaya menghilirisasi potensi riset dan membangun ekosistem kewirausahaan di Unair.

Achania menjelaskan, ada beberapa bidang startup yang bisa diinkubasi di LPBI. Sesuai dengan ketentuan Kemenristek Dikti, yaitu pangan, kesehatan dan obat-obatan, teknologi informasi, bahan baku dan lanjutan, bahan, energi, transportasi, serta pertahanan dan keamanan.

“Harapannya, kedepannya Unair akan mencetak perusahaan pemula berbasis teknologi dan menjadi mapan dan kemudian memberi kontribusi bagi masyrakat dan Unair,” pungkasnya. (bas/dwi)

 

Sumber: https://ekonomibisnis.suarasurabaya.net/news/2019/224993-Sebelum-Diinkubasi,-Pelaku-Startup-Unair-Harus-Ikut-Airlangga-Startup-Camp

 

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga kembali mengikuti gelaran pameran riset dan inovasi tahunan RITECH EXPO 2019 di Lapangan Puputan Denpasar, Bali sejak tanggal 25 hingga 28 Agustus 2019. Produk unggulan yang dipamerkan UNAIR lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya seperti Nonikit, Dentolaser, Koniderm, Glukosamin, Stemcell dan yang tak ketinggalan produk unggulan UNAIR yang baru saja diluncurkan yakni Cangkang Kapsul Rumput Laut.

Bersama karya inovasi anak bangsa yang lain, produk unggulan UNAIR di RITECH EXPO 2019 sukses mencuri perhatian pengunjung yang datang di booth. Stemcell dan Cangkang Kapsul Rumput laut menjadi “primadona” karena dua temuan penelitian tersebut tergolong inovatif dan unik.

Saat ditemui, Joko Purwanto, salah satu Staf Lembaga Pengembangan Bisnis dan Inkubasi (LPBI) UNAIR yang bertugas di booth UNAIR tersebut mengatakan, Stem Cell dan Cangkang Kapsul Rumput Laut menjadi barang yang paling banyak mendapatkan atensi publik untuk melihat lebih dekat dan mencoba secara langsung.

“Disini banyak pelajar yang penasaran sama cangkang kapsul rumput laut, mereka sering bertanya mengapa menggunakan bahan utama rumput laut dan perbandingan dengan kapsul konvensional lainnya,” tutur Joko

Seperti yang diketahui bahwa cangkang kapsul rumput laut yang dikembangkan seorang peneliti Universitas Airlangga berbahan dasar rumput  bisa dipastikan halal. Selain itu, cangkang kapsul tersebut juga memanfaatkan kekayaan alam rumput laut yang mudah ditemukan karena tersedia melimpah hampir di seluruh Indonesia. Saat ini, Cangkang Kapsul Rumput Laut merupakan bagian dari teaching industry Rumput Laut Univeritas Airlangga. Produksi Cangkang Kapsul Rumput laut Universitas Airlangga bisa mencapai satu juta cangkang kapsul setiap harinya.

Selain cangkang kapsul rumput laut, lanjutnya, sebagian besar pengunjung wanita penasaran mencoba krim anti penuaan yang terbuat dari stemcell hasil penelitian yang dikembangkan di Universitas Airlangga yang di klaim lebih cepat dalam meremajakan sel-sel dalam tubuh. Menurut Joko, RITECH EXPO 2019 dinilai tepat untuk memperkenalkan dua produk unggulan tersebut kepada publik sebelum dikomersilkan karena pengunjung yang hadir dalam RITECH EXPO 2019 terdiri dari beragam usia.

“Sebelum kami pasarkan, masyarakat harus tahu definisi dan manfaat produk unggulan UNAIR, maka dari itu dari RITECH EXPO 2019 ini juga sebagai ajang sosialisasi dan branding produk,” pungkas Joko.

Penulis: Faridah Hariyani

Editor: Nuri Hermawan

 

Sumber: http://news.unair.ac.id/2019/08/29/cangkang-kapsul-rumput-laut-dan-stem-cell-jadi-sorotan-di-ritech-expo-2019/