Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jendral Perbendaharaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit mengundang Bapak/Ibu peneliti di lingkungan Universitas Airlangga untuk mengajukan usulan proposal paling lambat tanggal 18 Februari 2022 melalui https://program-riset.bpdp.or.id/ dan dikirimkan ke email info@bpbrin.unair.ac.id. untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi staf kami Toni Prasetyo (081475505043) dan Bagus Prasetyo (081235411477).
Pengumuman dan Panduan Teknis Proposal bisa di download di bit.ly/3u3EQqt

#universitasairlangga #unairhebat #bpbrinunair #proposalpendanaan

 

 

 

Inkubator Bisnis dan Teknologi yang dikelola Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi Universitas Airlangga ditunjuk oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk melaksanakan Program Kewirausahaan Sosial (Prokus). Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan di Kabupaten Mojokerto dengan melakukan pendampingan bagi keluarga penerima manfaat. Ceo Start Up yang ada di Inkubator Bisnis dan Teknologi juga ikut berpartisipasi sebagai mentor bagi keluarga penerima manfaat supaya para peserta mampu untuk mandiri dalam menjalankan usahanya dan terus berinovasi.

 

 

 

Universitas Airlangga dengan Direktorat Jendral Industri Agro Kementerian Perindustrian melakukan tanda tangan kerjasama terkait mesin produksi glukosamin.
Glukosamin merupakan bahan baku obat yang terbuat dari limbah udang, kepiting, dan lobster yang tergolong krustasea. Bahan baku yang berlimpah di Indonesia menjadi pendukung produksi glukosamin untuk terus berkembang dan bisa menekan angka impor glukosamin sebagai bentuk kemandirian. Teaching Industri Glukosamin, Sebagai salah satu teaching industri Universitas Airlangga dikelola oleh Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi.

 

 

 

Produk Inovasi BHA sudah memasuki tahun kedua Monitoring dan Evaluasi. Produk Inovasi dari peneliti Universitas Airlangga ini dapat dipergunakan sebagai sediaan pengisi tulang yang biokompatibel dan biodegradabel yang sekaligus adalah matriks pembawa antibiotika (sistem penghantaran obat) dan dapat menjadi solusi untuk kasus celah tulang akibat fraktur.

 

 

Prisma Megantoro, S.T., M.Eng. sedang memperlihatkan PLTS yang berada di lantai paling atas dari Gedung Kuliah Bersama, dengan menggunakan tenaga Surya, PLTS tersebut sudah mampu untuk mengaliri listrik di lantai 9 dan 10 gedung tersebut, seperti terlihat pada foto di atas dua tim reviewers sedang memperhatikan dengan seksama hasil dari apa yang dikerjakan tim PLTS Universitas Airlangga. Tim PLTS dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) yang berhasil mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui program matching fund menggandeng Pembangkitan Jawa Bali (PJB) sebagai mitra strategisnya. Monitoring dan evaluasi (27/11) yang dilaksanakan sangat membantu untuk terus mengawal kemajuan dari penelitian Universitas Airlangga.

 

 

Diabetes adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal. Tercatat bahwa diabetes merupakan penyakit paling mematikan ketiga di Indonesia. Terbatasnya pilihan terapi diabetes herbal mendorong Guru besar dan Profesor Fakultas Farmasi dari Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sukardiman, Apt., MS, untuk meramu dan memformulasikan herbal antidiabetes bernama Diabetkol. Diabetkol  telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta telah mendapatkan sertifikat halal bersamaan dengan hal tersebut juga diberikan paten formulasi dan merk untuk produk diabetkol.

Produk Diabetkol berbahan ekstrak kulit buah manggis dan daun kumis kucing mampu menormalkan gula darah; menurunkan kolesterol; hingga menurunkan hipertensi. Bersama dengan HUT Universitas Airlangga ke 67 Produk Diabetkol diluncurkan dan telah tersedia diberbagai marketplace. Diluncurkannya Diabetkol saat HUT Universitas Airlangga sebagai sebuah kontribusi nyata bagi almamater.

 

 

 

[ Proposal Inovasi dan Hilirisasi 2022 ]

Dalam rangka mempersiapkan pendanaan dari Kementerian/Lembaga terkait hilirisasi hasil inovasi Perguruan Tinggi serta sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas proposal Civitas Akademi Universitas Airlangga yang memperoleh pendanaan pada tahun 2022, Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi Universitas Airlangga (BPBRIN UNAIR) mengadakan kegiatan pendampingan penyusunan proposal hilirisasi. Untuk itu sebagai langkah awal, dengan ini kami mengharapkan Bapak/Ibu Pimpinan Fakultas dan Sekolah Pascasarjana dapat mendelegasikan ke para peneliti untuk mengirimkan draft usulan proposal.

Sebagai informasi beberapa program pendanaan terkait hilirisasi pada tahun 2017-2021 adalah sebagai berikut:
1. Riset Inovasi Produktif (RISPRO) Invitasi/Kompetisi dari LPDP
2. Hibah Inovasi Perguruan Tinggi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
3. Program Matching Fund dari Kemdikbud Ristek
4. Program Startup Inovasi Indonesia (Pra-Startup) dari BRIN/Kemdikbud Ristek

Draft usulan proposal paling lambat dikirimkan sebelum tanggal *15 Desember 2021 jam 23.59 WIB* ke email info@bpbrin.unair.ac.id.

Panduan/Pedoman program pendanaan di atas dan pilihan Format proposal dapat di unduh pada link berikut https://s.id/IpfOc

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdr. Toni Prasetyo 0814-7550-5043

Matching Fund merupakan dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara Insan Dikti (lembaga perguruan tinggi) dengan pihak Industri. Dengan alokasi dana sebesar total Rp250 miliar, Matching Fund menjadi salah satu nilai tambah terbentuknya kolaborasi antara dua pihak melalui platform Kedaireka. Program Matching Fund ini bertujuan untuk membangun ekosistem Merdeka Belajar-Kampus Merdeka sebagai upaya untuk menyelesaikan berbagai isu sosial, tantangan dunia industri dan masyarakat, serta masalah perguruan tinggi melalui kemitraan perguruan tinggi dengan industri. Matching Fund tahun 2021 dari gelombang satu sampai dengan Sembilan terdapat tujuh tim dari Universitas Airlanggayang lolos pendanaan. Ketujuh tim tersebut berasal dari rumpun Saintek dan Soshum dengan empat tim dari rumpun Saintek dan tiga tim dari rumpun Soshum. Berikut nama-nama ketua tim peneliti yang penelitiannya berhasil lolos pendanaan Matching Fund:

  1. Dr. Suryani Dyah Astuti, M.Si. dengan judul penelitian Akselerasi Produksi dan Teaching Industri Dentolaser sebagai Upaya Peningkatan Industri Alkes dalam Negeri di Bidang Kedokteran Gigi.
  2. Moh. Sukmanadi, drh., M.Kes. dengan judul penelitian Produksi Bioprotektan dan Probiotik Pada Peningkatan Protein Pangan Asal Hewan Sebagai Upaya Ketahanan Pangan Melalui Produksi Pakan Berbasis Mikroba.
  3. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si. dengan judul penelitian Excelzyme, Material Fungsional dalam Meningkatkan Nilai Tambah Tandan Kosong Kelapa Sawit.
  4. Prisma Megantoro, S.T., M.Eng. dengan judul penelitian Pusat Penelitian Dan Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Sebagai Salah Satu Upaya Kemandirian Energi.
  5. Iman Harymawan, S.E., MBA., Ph.D. dengan judul penelitian Sustainable Finance Lab For Small Medium Enterprises: Raising Sustainable Future Leaders, Enhancing Smes Impact.
  6. Sri Herianingrum, SE.,M.Si. dengan judul penelitian Sinergi Program Studi, Pengguna, Dan Masyarakat Dalam Mencapai Lulusan Siap Mengaplikasikan Bisnis Digitalisasi dan Kesejahteraan Maqashid Syariah.
  7. Dr. Musta`in, Drs., M.Si. dengan judul penelitian Pengembangan Wisata Virtual Tujuh Obyek Wisata Di Kawasan Bromo, Jawa Timur.
Matching Fund adalah bentuk nyata dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara Insan Dikti (lembaga perguruan tinggi) dengan pihak Industri.
Dengan alokasi dana sebesar total Rp250 miliar, Matching Fund menjadi salah satu nilai tambah terbentuknya kolaborasi antara dua pihak melalui platform Kedaireka. Dukungan Matching Fund ini diprioritaskan bagi kolaborasi yang berkontribusi terhadap pencapaian 8 (delapan) Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi* yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud:
  1. Lulusan pendidikan tinggi mendapat pekerjaan yang layak
  2. Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus
  3. Dosen berkegiatan di luar kampus
  4. Praktisi mengajar di dalam kampus
  5. Hasil kerja dosen berguna bagi masyarakat dan diakui internasional
  6. Program studi kampus bekerja sama dengan mitra kelas dunia
  7. Kelas bersifat kolaboratif dan partisipatif
  8. Program studi berstandar internasional
Untuk meraih kesempatan mendapatkan Matching Fund, Insan Dikti dipersilakan untuk mengajukan proposal tambahan setelah kolaborasi dengan Industri tercipta.

Informasi lebih lengkap tentang Matching Fund dapat Anda temukan dalam bentuk buklet PDF yang dapat diunduh dengan klik tombol di bawah ini.

Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada website https://kedaireka.id/matchingfund

Untuk Format Proposal dan Materi Sosialisasi dapat diunduh disini.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang PS Brodjonegoro kembali mengumumkan Penetapan Proposal Penerima Dukungan Pendanaan Tahap II secara daring, Jumat (10/07). Program pendanaan ini merupakan kelanjutan setelah Tahap I yang diumumkan pada 18 Mei 2020 lalu.

Program Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 merupakan program pendanaan penelitian dari Kemenristek/BRIN serta didukung oleh LPDP Kementerian Keuangan yang diberikan kepada berbagai institusi, lembaga, dan industri yang mempunyai R&D (Research and Development) untuk secara kolaboratif melaksanakan kegiatan Litbangjirap dalam upaya pencegahan, deteksi, penyebaran, dan/atau penanggulangan wabah COVID-19 di Indonesia.

Dari 903 judul proposal yang masuk, telah dilakukan proses review dan penilaian sehingga yang lolos sebanyak 139 proposal. Adapun, proposal tersebut meliputi 5 bidang prioritas yakni Pencegahan ( 30 proposal), Skrining dan Diagnosis (15 proposal), Alat Kesehatan dan Pendukung (34 proposal), Obat-obatan, Terapi dan Multicenter Clinic (19 proposal), Sosial Humaniora dan Public Health Modelling (41 proposal) dengan total dana yang diberikan sebesar Rp 27,3 Miliar.

Daftar penerima program pendanaan proposal penelitian Riset dan Inovasi COVID-19 Tahap II dapat dilihat pada tautan ini.

Kami sampaikan Selamat kepada Tim Peneliti dari Universitas Airlangga yang menerima program pendanaan proposal penelitian Riset dan Inovasi COVID-19 Tahap II, yaitu:

1. Gunawan Setia Prihandana, ST., M.Eng., Ph.D dari Sekolah Teknologi Maju dan Multidisiplin, dengan judul: Pembuatan Prototipe Reusable Mask N95 dengan Teknologi Membran Nanopori.
2. Ali Rohman, Drs., M.Si., Ph.D.. dari Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati dengan judul: Analisis Variant Spike Protein SARS-Cov-2 Asal Indonesia dan Pengaruh Terhadap Afinitas Receptor Binding Doman
3. dr. Niko Azhari Hidayat, Sp.BTKV dari Sekolah Teknologi Maju dan Multidisiplin dengan judul Airlangga Robotic Triage Assistant (Arta)

Sumber: https://ristekdikti.go.id/kabar/menristek-kepala-brin-umumkan-penerima-dana-penelitian-tahap-ii-program-konsorsium-riset-dan-inovasi-covid-19/