Surabaya, 10 Maret 2025 – Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi (BPBRIN) Universitas Airlangga sukses menggelar acara Workshop Tata Kelola dan Peran Startup dalam Hilirisasi pada hari Senin 10 Maret 2025. Acara ini diadakan di Coworking Space lantai 2 Gedung Inkubator Bisnis Airlangga Startup and Innovation.

Dalam workshop ini, startup memiliki peran dalam tata kelola hilirisasi di Indonesia dengan peningkatan skala ekonomi dan kinerja ekspor melalui inovasi. Implementasi hilirisasi memerlukan strategi, dalam hal ini start up berkontribusi dengan model bisnis berbasis teknologi. Selain itu, perlu adanya perbaikan ekosistem investasi, seperti reformasi kelembagaan, penyederhanaan perizinan, kebijakan perpajakan, serta optimalisasi logistik yang dalam hal ini memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi startup dan industri hilir.

Workshop ini turut dihadiri sebagai pemateri workshop oleh Prof. Ahmad Erani Yustika, SE., M.Sc., Ph.D sebagai komisaris PT. Indonesia Asahan Alumni (INALUM), Arif Suryaman SE., M.M. sebagai sekretariat satgas hilirisasi dan ketahanan energi nasional, serta Dr. Arie Prasetyo, SE., M.Si. sebagai sekretaris BPBRIN.

Melalui program workshop ini, diharapkan startup dapat menjadi penggerak transformasi ekonomi, membantu meningkatkan daya saing, serta mampu beradaptasi di ranah teknologi dalam proses hilirisasi.

 

Pasuruan, 6-8 Desember 2024 — Airlangga Startup and Innovation (ATAVI), yang berada di bawah naungan Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi Universitas Airlangga, sukses menggelar acara bertajuk Airlangga Startup Camp 2024. Acara ini berlangsung selama tiga hari penuh di Hotel Royal Senyiur, Prigen, Pasuruan, dan diikuti oleh puluhan startup pre inkubasi binaan Inkubator Bisnis Unair maupun undangan dari Universitas Airlangga diantaranya adalah Universitas Andalas.

Meningkatkan Kapabilitas Generasi Muda

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda, khususnya mahasiswa, dengan kemampuan dan pengetahuan untuk merintis serta mengembangkan startup yang inovatif dan berkelanjutan. Dalam acara ini, para peserta mendapatkan pembekalan langsung dari para mentor yang merupakan praktisi berpengalaman di bidang startup, teknologi, dan inovasi.

Ketua ATAVI, Dr Achsania Hendratmi, dalam sambutannya mengatakan, “Airlangga Startup Camp ini dirancang untuk membangun ekosistem startup yang kuat dan mendukung alumni maupun mahasiswa untuk merealisasikan ide-ide kreatif mereka menjadi solusi nyata di masyarakat.”

Rangkaian Kegiatan

Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai aktivitas menarik digelar, termasuk:

  • Mentoring dan Networking: Peserta berkesempatan untuk berdiskusi langsung dengan mentor dan memperluas jaringan bisnis mereka.
  • Pitching Deck : Di acara, peserta mencontohkan presentasikan ide bisnis mereka di hadapan pemateri, termasuk investor potensial.

Salah satu peserta, Alghany Perdana Arsyadi, undangan dari Universitas Andalas, mengungkapkan, “Acara ini sangat membuka wawasan saya tentang dunia startup. Saya merasa lebih percaya diri untuk mengembangkan ide bisnis saya setelah mendapatkan masukan dari para mentor.”

Komitmen pada Pengembangan Startup

Airlangga Startup Camp 2024 merupakan salah satu inisiatif ATAVI untuk mendorong tumbuhnya startup berbasis inovasi di Indonesia. Dengan memanfaatkan momentum ini, Universitas Airlangga berharap dapat melahirkan lebih banyak wirausahawan muda yang siap bersaing di era digital.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Manager Senior Inkubator dan Layanan Bisnis Inovatif DIKST ITS Ir Baroto Tavip Indrojarwo. “Acara ini sejalan dengan visi Universitas Airlangga untuk menjadi perguruan tinggi terkemuka dalam pengembangan inovasi dan kewirausahaan,” ujarnya.

Harapan ke Depan

Melalui program seperti Airlangga Startup Camp, ATAVI berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan bisnis rintisan di Indonesia. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi wadah inspirasi dan inovasi bagi generasi muda untuk menciptakan solusi kreatif bagi tantangan-tantangan global.

Dengan berakhirnya acara ini, semangat kolaborasi dan inovasi yang telah terbangun diharapkan terus berlanjut, menjadikan para peserta sebagai motor penggerak ekonomi kreatif dan teknologi di masa depan.

Surabaya, 29 November 2024 — Inkubator Unair ATAVI (Airlangga StartUp and Innovation ) dengan bangga menerima penghargaan peringkat A dari SIPENSI (Sistem Pendaftaran Informasi & Evaluasi Inkubasi ) Kementerian UMKM Republik Indonesia. Pencapaian ini menandai tonggak penting dalam perjalanan ATAVI sebagai lembaga inkubator yang telah sukses mendukung pengembangan kewirausahaan dan inovasi di Indonesia, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Penghargaan peringkat A dari SIPENSI diberikan kepada ATAVI berkat kinerja luar biasa yang telah ditunjukkan dalam membantu mempercepat pertumbuhan startup dan UMKM di seluruh Indonesia. Melalui berbagai program akselerasi, pelatihan, serta pendampingan, ATAVI berhasil mencetak wirausaha-wirausaha unggul yang memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di pasar global.

Sebagai lembaga inkubator yang fokus pada pemberdayaan startup, ATAVI memberikan berbagai program yang meliputi pelatihan keterampilan, pendampingan bisnis, serta akses ke jaringan investor. Tidak hanya itu, ATAVI juga aktif mendorong riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar, sehingga dapat menciptakan produk dan layanan yang bernilai tinggi.

Menanggapi penghargaan ini, Koordinator Inkubator Unair ATAVI, Dr. Achsania Hendratmi, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Kami berterima kasih kepada Kementerian UMKM Republik Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Ini adalah bukti bahwa upaya kami dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang mendukung perkembangan UMKM di Indonesia berjalan dengan baik. Kami berkomitmen untuk terus memberikan dampak positif bagi para wirausahawan muda di tanah air,” ujar Dr. Achsania.

Peringkat A yang diterima ATAVI ini juga merupakan pengakuan atas keseriusan dan kualitas program yang ditawarkan. Sebagai lembaga inkubator, ATAVI terus berinovasi untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan pelaku industri, guna menciptakan peluang yang lebih besar bagi perkembangan UMKM.

Ke depan, ATAVI berencana untuk memperluas jangkauan program-programnya, serta meningkatkan sinergi dengan lembaga-lembaga terkait, agar lebih banyak lagi pelaku usaha dapat merasakan manfaatnya. Pencapaian ini juga menjadi motivasi untuk terus berusaha memberikan yang terbaik bagi dunia kewirausahaan di Indonesia.

Dengan peringkat A dari SIPENSI Kementerian UMKM, Inkubator Unair ATAVI semakin membuktikan diri sebagai lembaga inkubator yang berkomitmen dalam mengembangkan ekosistem inovasi dan kewirausahaan di Indonesia.

Selamat dan sukses untuk ATAVI, teruslah menciptakan wirausaha-wirausaha yang inspiratif dan berdampak bagi kemajuan ekonomi Indonesia!

Assoc. Prof. Dr. Marissa Grace Haque Fawzi, S.H., M.Hum., M.B.A., M.H., M.Si  atau yang lebih dikenal sebagai aktris bernama Marissa Haque menjadi “bintang” yang menarik perhatian pada acara yang diadakan oleh BPBRIN yang bertempatan di Aula Majapahit Gedung ASEEC kampus B Universitas Airlangga, Rabu (15/5).

Acara ini dibuka oleh Ketua BPBRIN, Prof. Dr. Muhamad Nafik Hadi Ryandono,. S.E., M.Si. mengucapkan terima kasih dan apresiasi pada Marissa Haque yang telah berkenan hadir “semoga setelah ini gelar Associatenya hilang dan berganti menjadi profesor” . Pak Nafik juga menyampaikan bahwa kesiapan halal itu penting sebab sudah menjadi obligatory dan memang wajib dimana indonesia merupakan penduduk negara muslim terbesar di Dunia”

Marissa Haque menjadi narasumber terkait tema Workshop dan Mentoring Peluang dan Tantangan serta Kesiapan Bisnis Halal bagi Start Up terkait besarnya potensi industri halal dan pentingnya sertifikasi Halal . “Industri halal merupakan ,” ujar pemain film zaman 80-an itu.

Dalam kesempatan itu dia juga memuji Universitas Airlangga yang telah melakukan berbagai langkah untuk fokus pada perkembangan Ekonomi Islam dan Insutri Halal pada khususnya hingga mempunyai pusat Halal di Universitas Airlangga “Saya yakin UNAIR dapat memajukan industri halal dan berkontribusi lebih pada kemashlahatan umat demi mencapai falah” katanya.

Marissa mengatakan bahwa harusnya banyak yang berkeinginan menjadi seperti Raymond Chin yang merupakan seorang pengusaha Startup Ternak Uang dimana harus mencontoh sikap dan “agile” dari raymond yang telah mengalami kegagalan hingga 7 kali tersebut agar ditiru oleh para startup dan mengimplementasikan kepada bisnis para startup.

Di akhir penutup acara beliau menyampaikan beberapa kutipan dari Napoleon Bonaparte “Biarkan Tiongkok Tidur, karena ketika dia bangun, dia akan mengguncang dunia. Nah kita harusnya juga punya sendiri ketika islam bangun maka mereka akan mengguncang dunia dengan Industri Halalnya”.

Kehadiran aktris Marissa Haque tak cuma memberikan materi dan tanya jawab kepada para peserta workshop, dia juga didapuk untuk memperagakan alat tes kesehatan kulit wajah dari stem cell Unair.

Berikut ada beberapa dokumentasi kegiatan acara tersebut :
Dokumentasi Acara

BPBRIN berpartisipasi dalam pameran Kampoeng Kreasi yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa . Pameran ke 5 ini, bertempat di Area North Point Royal Plaza, Jl. A.Yani No. 16-18 Surabaya, sejak tanggal 2 – 5 Mei 2024.

BPBRIN mengajak para tenant inkubator bisnis untuk turut serta berpartisipasi dalam kegiatan pameran tersebut beberapa diantaranya adalah :

  • Gyarus,
  • Kopi Celup Gahwi,
  • Castuarine,
  • Vetpicurean,
  • Goolive,
  • Dibie Bronie,
  • Lamalama Indonesia

Serta selain produk inovasi BPBRIN juga mengajak stem cell untuk menawarkan pada pengunjung untuk tes kesehatan kulit wajah gratis beserta testing dari beberapa produk mereka yaitu : Gfs Secret dan Pruallure

Pada tahun 2024 ini, seluruh peserta yang ikut pameran telah terjamin dan memiliki sertifikasi halal, baik produk makanan dan minuman (mamin), serta produk produk kerajinan lainya, seperti handycraft hingga batik, dan fashion.

 

Inkubator Universitas Airlangga (ATAVI) menggelar acara Halal Bi Halal pada Kamis (25/4/2024) di ruang Majapahit, ASEEC Tower di Kampus B Universitas Airlangga. Para tenant, para undangan yang terdiri dari Unit-unit dibawah UNAIR serta ada beberapa pihak undangan dari Bank BSI cabang klampis, Bank BSI cabang Unair, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank Jatim, Pusat Pengelolaan Dana Sosial (PUSPAS), PT. Dharma Putra Airlangga (DPA), Airlangga Global Traveling (AGT), Pusat Halal Unair.
Acara tersebut didahului dengan pembukaan sesi pemaparan sharing materi yang bertajuk Ekspansi Cerdas : Menavigasi Penambahan Modal untuk Pertumbuhan Bisnis dengan narasumber Ibu Ria Zia Ulfah S.Keb sebagai direktur utama  PT Bayi Bunda Hebat (Bayi Bunda) yang merupakan salah satu tenant binaan dari Inkubator Universitas Airlangga (ATAVI) yang telah exit dan memiliki beberapa cabang usaha.

Selain sesi tanya jawab beberapa tenant binaan inkubator atavi mengadakan sharing session terkait kendala, permasalahan, dinamika dalam dunia usaha di bidang masing-masing. Setelah acara tersebut ditutup oleh ibu Dr. Achsania Hendratmi, SE., M.Si. selaku manajer dari ATAVI untuk mempersilahkan sesi foto bersama dan dilanjut dengan ramah tamah.

Berikut ini beberapa foto kegiatan acara tersebut
HALAL BI HALAL ATAVI

Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi (BPBRIN) gelar workshop urgensi sertifikasi produk halal pada Kamis (21/3/2024). Hadir sebagai narasumber Ketua Harian Halal Institute, S.Si M.IP. juga sebagai Direktur Utama PT Lembaga Sertifikasi Porfesi Halal Indonesia.

Pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal pada 17 Oktober 2024 mendatang, menjadi landasan workshop ini terselenggara. Kegiatan itu bertujuan mengedukasi pelaku bisnis rintisan sesuai amanat UU No 2 tahun 2022. UU tersebut mewajibkan produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia untuk bersertifikat halal.

SJ Arifin menerangkan, sertifikat halal merupakan pengakuan halal suatu produk berdasarkan fatwa halal tertulis dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Bentuk realisasi UU No 2 tahun 2022 tersebut, Indonesia membangun Jaminan Produk halal (JPH).

“Kata wajib di UU no 2 tahun 2022 ini, membuktikan pemerintah berani untuk membangun sistem jaminan produk halal” ujar Arifin.

Arifin menjelaskan sertifikasi halal dapat memberikan kepastian ketersediaan produk halal bagi konsumen, meningkatkan kepercayaan konsumen dan memenuhi mandatory halal dari pemerintah. Bagi konsumen di indonesia sendiri umumnya akan melihat logo halal suatu produk sebelum membeli.

“Dengan adanya sertifikasi halal negara itu menjamin produk itu halal,” ungkapnya.

Arifin melanjutkan bukan hanya negara-negara islam yang mengejar sertifikasi halal melainkan juga negara islam minoritas pun mengejar sertifikasi halal. Salah satunya Kanada, negara itu mendatangkan penguji dari Indonesia untuk sertifikasi produk halal mereka. Hal ini dikarenakan kesadaran akan tingginya pasar konsumen muslim di Indonesia.

“Dampak mandatory ini luar biasa, bukan hanya ke dalam namun juga keluar,” Lanjutnya.

Rencana kedepan, Badan Produk Jaminan Halal akan melakukan sertifikasi halal secara bertahap. Tahap pertama akan dilakukan tahun 2024 khusus produk makanan dan minuman serta jasa dan hasil penyembelihan. Tahap kedua akan berlangsung pada tahun 2026 yang berfokus pada obat-obatan, kosmetik, produk kimia bahkan produk seperti perhiasan, perbekalan rumah dan alat kesehatan. Kemudian, tahap ketiga pada tahun 2029 hingga 2034 akan berfokus pada obat bebas, keras dan alat kesehatan kategori C dan B.

Kebijakan itu diambil karena pemerintah sadar jika dilakukan serentak dalam satu tahap, hal ini tidak akan terealisasi dengan baik. “Pemerintah sadar, mandatory ini tidak dapat dilakukan serentak,” imbuhnya.

Peran Universitas Airlangga melalui Airlangga Startup and Innovation (ATAVI) dari BPBRIN melakukan sosialisasi dalam mendukung proses ekspansi bisnis rintisan mahasiswa dan cara membangun Start-Up. Acara tersebut diselenggarakan di dua tempat dan dua hari untuk hari pertama yaitu dimulai tanggal 19 Maret 2024 yang bertempat di Co Working Space Gedung Inkubator Bisnis lantai 2, Kampus B jalan Dharmawangsa No.33, dan untuk har keduanya bertempat di Ruang 300, Gedung Kahuripan lantai 3,  Kampus C UNAIR. Tak hanya melakukan sosialisasi saja, tim Inkubator juga turut membuka program inkubasi bisnis yang akan ditutup pendaftarannya pada tanggal 31 Juli mendatang.

“Bisnis ini ibarat bayi jadi perlu diinkubasi agar bertumbuh kembang baik sebagaimana mestinya dan jangan takut untuk berbisnis. Ingat bisnis yang baik adalah bisnis yang bisa berjalan dan turut menyelesaikan permasalahan di masyarakat bukan hanya mengejar profit,” ujar Dr Achsania Hendratmi SE MSi selaku manager ATAVI, saat menjelaskan program inkubasi bisnis dari Inkubator UNAIR.

Inkubator UNAIR sendiri menyediakan berbagai program pengembangan bisnis untuk beberapa tenant yang dinaungi. Selain coaching, penyediaan kantor perusahaan sampai dengan pencarian investor (business matching) turut difasilitasi oleh mereka.

Sharing Session CEO Inkubasi Bisnis UNAIR

Tak hanya sekadar sosialisi Start-Up tim Inkubator juga turut mendatangkan CEO asal UNAIR yang turut masuk dalam salah satu tenant inkubasi. Mereka ialah Rama Arge Frismana CEO dari PT Vettalk Indonesia Group (VetTalk), Sely Novita CEO dari PT Wifery Sejahtera Indonesia (Teman Menyusui) yang mengisi acara pada hari pertama serta Dillon Arie Lesmana CEO dari PT Sae Kultura Indonesia (Jayanira)  dan Ilham Ahmad Kamil CEO dari PT Hidata Teknologi Digital (HiData) yang mengisi pada hari kedua.

“Tidak bisa bisnis itu hanya bisnis aja tapi entitasnya juga harus bisa dipertanggungjawabkan. Teman-teman harus bersyukur sekarang ada bantuan dari inkubator, yang awalnya hanya sekedar usaha yang omsetnya hanya cukup untuk makan sekarang cukup untuk kebutuhan,” ujar Drh Rama.

Dalam menciptakan suatu bisnis perlu adanya observasi untuk penetapan target pasar. Artinya produk yang akan dikembangkan harus mampu menyelesaikan permasalahan di masyarakat.

“Jika kita benar-benar ingin melakukan sesuatu, kita akan menemukan jalan. Jika tidak, kita hanya akan menemukan alasan,” pungkas Sely Novita.

Berbagai permasalahan itulah yang kemudian timbul menjadi suatu ide bisnis yang dapat menjadi potensi pasar yang besar.

“Dulunya saya merupakan karyawan swasta setelah menimbang keahlian di bidang roasting kopi dan banyaknya kebutuhan masyarakat akan kopi akhirnya mulai bisnis usaha di bidang kedai kopi yang awalnya sebelum masuk ke inkubator, setelahnya diadakan bantuan terkait transformasi bisnis bahkan hingga ke legalitas usaha”, ujar Dillon

Setelahnya pembuatan bisnis plan yang jelas untuk memaksimalkan tahap pitching atau presentasi bisnis untuk kerja sama atau pencarian investor.

“Bersyukurnya kami dapat beberapa fasilitas terkait ruang kantor yang bertempat di Gedung Inkubator hingga diadakan beberapa event yang terkait menemukan para investor hingga dana hibah kami dapat berkembang lebih baik lagi”, ungkap Ilham.

Universitas Airlangga  (Unair) sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia memiliki peranan penting untuk memajukan start up berbasis teknologi . UNAIR melalui Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi (BPBRIN) berupaya meningkatkan perusahaan start up berbasis teknologi di lingkungan Unair yang inovatif dan mempunyai daya saing industri dalam negeri yang kuat.

Wirausaha baru (start up) dapat berperan penting dalam perekonomian. Peran startup berbasis teknologi penting di tengah rendahnya kapasitas industri lokal yang mapan untuk mengadopsi hasil riset lembaga penelitian dalam negeri atau hasil riset perguruan tinggi. Peningkatan jumlah dan kualitas perusahaan start up berbasis teknologi dapat diakselerasikan melalui peran sinergis para stakeholder yang memiliki peran penting untuk dapat menumbuhkembangkan dan menggerakkan perekonomian Indonesia dengan cara menggiatkan dan melakukan komersialisasi teknologi hasil riset.

Hal tersebut seperti tuturan ketua BPBRIN Unair Prof. Dr. Muhammad Nafik Hadi Ryandono S.E. M.Si. “Kami mendorong mahasiswa dan alumni dalam peningkatan rangking UNAIR di tingkat dunia dengan mengadakan seleksi Start Up Bootcamp ini.”

BPBRIN melalui ATAVI (Airlangga Startup and Innovation) menyelenggarakan kegiatan seleksi Airlangga Startup Camp  pada tanggal 15 -17 Februari 2024 bertempat di Airlangga Sharia & Entrepreneurship Education Center (ASEEC) Tower Kampus B UNAIR sebagai upaya tersebut. “Diharapkan seleksi ini mampu mendapatkan start up berbasis teknologi yang berkualitas dari alumni dan mahasiswa.” Sambung Nafik.

Rangkaian kegiatan ini akan dilakukan selama 3 Hari . “Peserta Airlangga Start Up Camp terdiri dari mahasiswa dan alumni di lingkungan UNAIR yang memiliki start up berbasis tekonologi.” Sambung Dr. Ari Prasetyo sekertaris BPBRIN.

Seminar Startup Inkubator Bisnis merupakan acara kewirausahaan Startup yang  diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Bisnis Rintisan Dan Inkubasi (BPBRIN) Universitas Airlangga (UNAIR).  Workshop ini dilangsungkan di Ruang Sriwijaya, ASEEC Tower, Kampus B Dharmawangsa UNAIR pada hari Rabu (20/12/2023), yang diselenggarakan dengan tujuan untuk menambah wawasan, kompetensi dan keahlian pada bidang startup utamanya startup yang dibina oleh bidang Inkubator Bisnis BPBRIN sebanyak lebih dari 200 peserta.

Kegiatan ini dibuka oleh sambutan Kepala BPBRIN yaitu Prof. Dr. Muhammad Nafik Hadi Ryandono S.E., M.Si. beliau menyampaikan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah agar antar usaha startup saling kenal dan membantu, menekankan pada networking yang baik. Selain itu, para pelaku startup bisa dibantu untuk mengurus perizinan terkait badan hukum usaha, Merk, HAKI atau lembaga bisnis melalui Inkubator Bisnis UNAIR.
“Bahwa Wirausaha itu selain mempunyai mental yang kuat , tidak ada proses yang instan dalam menjalani bisnis, jika jatuh maka bangkit lagi gitu terus prosesnya”, ucap Prof nafik. Beliau menekankan pada strategi pertumbuhan usaha yang berkaitan pengembangan pasar dan kolaborasi, khususnya antar startup.

Penyampaian materi Aspek Hukum oleh Prof Mas Rahmah

Materi yang relevan

Agenda kali ini mengundang pembicara yang merupakan para pakar di bidang kewirausahaan dari Unair sendiri yang telah malang melintang yaitu Dr Achsania Hendratmi SE. M.Si yang mengisi materi terkait pelaporan Keuangan secara terstruktur dan sistematis, bahwa beliau menekan kan laporan keuangan haruslah terstruktur dan sistematis “Minimal ada 3 lah laporan keuangan, Laporan Rugi-Laba, Laporan Arus Kas (Cash Flow) dan Neraca” beliau juga menjelaskan bahwa bisnis kita harus berbeda bukan hanya sama seperti bisnis atau usaha yang konvensional yang hanya tahu untung terus dibuat kulakan, tapi harus jauh ke depan seperti menarik minat investor untuk ekspansi bisnis.

Selain Ibu Achsania, materi lain juga disampaikan oleh Prof. Dr mas Rahmah, S.H., M.H., L.L.M. terkait Aspek Hukum dan Kepatuhan, dalam materi yang disampaikan oleh beliau yaitu mengatakan bahwa Semua kegiatan Bisnis tidak terlepas dari Aspek Hukum, mulai dari Badan Usaha, Merk, Hak Cipta dan HAKI, Perjanjian kepada supplier, perjanjian kepada mitra bisnis dan sebagainya.

Selanjutnya ada pemateri dari Daruti Dinda Nindarwi, S.Pi., M.P. yang memaparkan materi terkait pengukuran kinerja dan Metrik. yaitu beliau menjelaskan gimana caranya menetapkan dan mengukur “Key Performance Indicators” atau biasa disebut KPI lalu bagaimana menetapkan analisis data dan laporan kinerja lalu terkait Evaluasi efektivitas strategi bisnis.

Lalu yang terakhir ditutup oleh pemateri yang merupakan salah satu pengajar kuliah bisnis di FEB Universitas Airlangga yaitu Dr. Ari Prasetyo, S.E. M.Si. terkait pengembangan tim dan kepemimpinan yaitu bagaimana mengelola tim yang efektif membangun budaya perusahaan dan bagaimana tipe kepemimpinan yang ideal. program semacam ini dilaksanakan demi untuk meningkatkan kualitas start up binaan dan memberikan pendampingan dalam mengelola usaha atau bisnis yang dijalankan untuk tetap eksis dikemudian hari.