BPBRIN mendapatkan kunjungan dari Professor Assoc Prof Zurina Kefeli dari Universitas Sains Islam Malaysia dan Prof Azlan dari Universitas Kebangsaan Malaysia sebagai bagian dari kegiatan program Adjunct Professor skema Academic Fellow Departemen Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga.
Didampingi oleh ida wijayanti salah satu staf pengajar di Departemen Ekonomi Syariah FEB UNAIR, Beliau diperkenalkan tentang profil BPBRIN, struktur organisasi, program kerja hingga produk-produk inovasi dan produk startup binaan dari Inkubator Bisnis/Airlangga Start Up and Innovation (ATAVI).
Universitas Airlangga (Unair) sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia memiliki peranan penting untuk memajukan start up berbasis teknologi . UNAIR melalui Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi (BPBRIN) berupaya meningkatkan perusahaan start up berbasis teknologi di lingkungan Unair yang inovatif dan mempunyai daya saing industri dalam negeri yang kuat.
Wirausaha baru (start up) dapat berperan penting dalam perekonomian. Peran startup berbasis teknologi penting di tengah rendahnya kapasitas industri lokal yang mapan untuk mengadopsi hasil riset lembaga penelitian dalam negeri atau hasil riset perguruan tinggi. Peningkatan jumlah dan kualitas perusahaan start up berbasis teknologi dapat diakselerasikan melalui peran sinergis para stakeholder yang memiliki peran penting untuk dapat menumbuhkembangkan dan menggerakkan perekonomian Indonesia dengan cara menggiatkan dan melakukan komersialisasi teknologi hasil riset.
Hal tersebut seperti tuturan ketua BPBRIN Unair Prof. Dr. Muhammad Nafik Hadi Ryandono S.E. M.Si. “Kami mendorong mahasiswa dan alumni dalam peningkatan rangking UNAIR di tingkat dunia dengan mengadakan seleksi Start Up Bootcamp ini.”
BPBRIN melalui ATAVI (Airlangga Startup and Innovation) menyelenggarakan kegiatan seleksi Airlangga Startup Camp pada tanggal 15 -17 Februari 2024 bertempat di Airlangga Sharia & Entrepreneurship Education Center (ASEEC) Tower Kampus B UNAIR sebagai upaya tersebut. “Diharapkan seleksi ini mampu mendapatkan start up berbasis teknologi yang berkualitas dari alumni dan mahasiswa.” Sambung Nafik.
Rangkaian kegiatan ini akan dilakukan selama 3 Hari . “Peserta Airlangga Start Up Camp terdiri dari mahasiswa dan alumni di lingkungan UNAIR yang memiliki start up berbasis tekonologi.” Sambung Dr. Ari Prasetyo sekertaris BPBRIN.
Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar pameran Airlangga Education Expo (AEE) di Airlangga Convention Center selama tiga hari mulai 1-3 Februari 2024.
Pameran berlangsung dengan berbagai rangkaian acara mulai dari dialog interaktif, info session fakultas, talkshow seputar UNAIR.
AEE 2024 mengusung tema SMART journey to EXCELLENT Future dengan menyediakan beragam kegiatan, yaitu:
- Information Booth.
- Performance.
- Golden Tiket.
Acara dibuka oleh Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Mohammad Nasih, S.E., M.T., Ak., “Pada tahun akademik 2024/2025 ini UNAIR akan menerima sebanyak 9000 mahasiswa baru untuk program D3, D4 dan S1. Nantinya jika ada siswa yang berprestasi di bidang non Akademik maka berhak mendapatkan kesempatan untuk bergabung menjadi mahasiswa Universitas Airlangga, dengan melalui beberapa pertimbangan akademiknya” ujar Prof Nasih.
Prof. Nasih juga membagikan Golden Ticket bagi siswa siswi yang beruntung dan lolos kualifikasi nilai akademik di SMA nya untuk otomatis menjadi mahasiswa UNAIR.
Pada acara tersebut, setiap fakultas maupun unit berlomba-lomba menyajikan tampilan booth dengan maksimal agar menarik dan menambah refrensi siswa-siswi SMA Se-Surabaya untuk berkunjung ke booth . Salah satu peserta booth yaitu dari kami yaitu Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi (BPBRIN).
Booth BPBRIN telah menyediakan aneka games yang seru yaitu Wheel of Gift, di booth kami juga menampilkan beberapa produk inovasi teaching industry yaitu, Diabetkol, Glukosamine, BHA, Cangkang Kapsul, Meditea, Stem Cell Pruallure-Gfx Secret, Sativa, Skinnolaser, Dentolaser, Vaksin Merah Putih dan beberapa dari tenant inkubator yaitu Lama-lama.id, Kopi Jayanira, DiBi Bronie dan Lomeal.
Selain pameran, AEE juga dimeriahkan oleh musisi nasional Coldiac yang menghibur peserta yang hadir.
Pada akhir acara booth BPBRIN menyabet juara ke-5 sebagai booth terbaik pada gelaran Airlangga Education Expo.
Sekretaris Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi (BPBRIN) Dr. Ari Prasetyo, SE., M.Si., menerima kunjungan Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) yang diketuai oleh Kuwata Tetsuya, pada hari Rabu, 24 Januari 2024, bertempat di ruang rapat Gedung Lembaga Ilmu Hayati, Teknik, dan Rekayasa (LIHTR) Kampus C.
Pada kunjungan ini, JICA membicarakan mengenai kerja sama antara BPBRIN dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam “Pengumpulan Data dan pengkajian terkait Science Techno Park yang ada di Universitas”
Selain pemaparan di gedung LIHTR, para rombongan JICA pun sempat meninjau lokasi semua teaching mulai dari Teaching Industry Kapsul Rumput Laut yang memproduksi cangkang kapsul rumput laut,bha dan glukosamin, Teaching Industry LIHTR yang memproduksi Excelzyme dan Inkubator Bisnis unair yang menaungi para startup bisnis.
“Elevate Together: Unleashing Collective Synergy for Strategic Collaboration”
Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi (BPRIN) Universitas Airlangga menampilkan deretan produk inovatifnya melalui Airlangga Startup Summit Innovation Expo (ASSIE).
Pameran yang bertemakan“Elevate Together: Unleashing Collective Synergy for Strategic Collaboration”” berlangsung di Main Atrium Grand City Mall Surabaya yang dimulai sejak Jumat (1/12/2023) dan berlangsung selama 3 hari hingga berakhir di hari, Minggu (3/12/2023) malam.

Business Matching
Acara tersebut memamerkan produk inovasi program matching fund Kedaireka, inovasi teknologi motor listrik dari FTMM Unair, robot Raisa hasil kolaborasi Unair dan ITS yang sempat viral pada saat pandemi Covid-19 lalu, produk ekonomi dan bisnis hingga hasil riset terkait biomolekular dan penyakit. Selain itu terdapat proses Business Matching yang dilaksanakan merupakan tahap awal komunikasi bisnis antara Tenant dengan Mitra bisnis atau Investor potensial, melalui pencocokan “matching” untuk mencapai suatu kesepakatan dan komitmen bisnis.
Seminar Startup Inkubator Bisnis merupakan acara kewirausahaan Startup yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Bisnis Rintisan Dan Inkubasi (BPBRIN) Universitas Airlangga (UNAIR). Workshop ini dilangsungkan di Ruang Sriwijaya, ASEEC Tower, Kampus B Dharmawangsa UNAIR pada hari Rabu (20/12/2023), yang diselenggarakan dengan tujuan untuk menambah wawasan, kompetensi dan keahlian pada bidang startup utamanya startup yang dibina oleh bidang Inkubator Bisnis BPBRIN sebanyak lebih dari 200 peserta.
Kegiatan ini dibuka oleh sambutan Kepala BPBRIN yaitu Prof. Dr. Muhammad Nafik Hadi Ryandono S.E., M.Si. beliau menyampaikan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah agar antar usaha startup saling kenal dan membantu, menekankan pada networking yang baik. Selain itu, para pelaku startup bisa dibantu untuk mengurus perizinan terkait badan hukum usaha, Merk, HAKI atau lembaga bisnis melalui Inkubator Bisnis UNAIR.
“Bahwa Wirausaha itu selain mempunyai mental yang kuat , tidak ada proses yang instan dalam menjalani bisnis, jika jatuh maka bangkit lagi gitu terus prosesnya”, ucap Prof nafik. Beliau menekankan pada strategi pertumbuhan usaha yang berkaitan pengembangan pasar dan kolaborasi, khususnya antar startup.

Penyampaian materi Aspek Hukum oleh Prof Mas Rahmah
Materi yang relevan
Agenda kali ini mengundang pembicara yang merupakan para pakar di bidang kewirausahaan dari Unair sendiri yang telah malang melintang yaitu Dr Achsania Hendratmi SE. M.Si yang mengisi materi terkait pelaporan Keuangan secara terstruktur dan sistematis, bahwa beliau menekan kan laporan keuangan haruslah terstruktur dan sistematis “Minimal ada 3 lah laporan keuangan, Laporan Rugi-Laba, Laporan Arus Kas (Cash Flow) dan Neraca” beliau juga menjelaskan bahwa bisnis kita harus berbeda bukan hanya sama seperti bisnis atau usaha yang konvensional yang hanya tahu untung terus dibuat kulakan, tapi harus jauh ke depan seperti menarik minat investor untuk ekspansi bisnis.
Selain Ibu Achsania, materi lain juga disampaikan oleh Prof. Dr mas Rahmah, S.H., M.H., L.L.M. terkait Aspek Hukum dan Kepatuhan, dalam materi yang disampaikan oleh beliau yaitu mengatakan bahwa Semua kegiatan Bisnis tidak terlepas dari Aspek Hukum, mulai dari Badan Usaha, Merk, Hak Cipta dan HAKI, Perjanjian kepada supplier, perjanjian kepada mitra bisnis dan sebagainya.
Selanjutnya ada pemateri dari Daruti Dinda Nindarwi, S.Pi., M.P. yang memaparkan materi terkait pengukuran kinerja dan Metrik. yaitu beliau menjelaskan gimana caranya menetapkan dan mengukur “Key Performance Indicators” atau biasa disebut KPI lalu bagaimana menetapkan analisis data dan laporan kinerja lalu terkait Evaluasi efektivitas strategi bisnis.
Lalu yang terakhir ditutup oleh pemateri yang merupakan salah satu pengajar kuliah bisnis di FEB Universitas Airlangga yaitu Dr. Ari Prasetyo, S.E. M.Si. terkait pengembangan tim dan kepemimpinan yaitu bagaimana mengelola tim yang efektif membangun budaya perusahaan dan bagaimana tipe kepemimpinan yang ideal. program semacam ini dilaksanakan demi untuk meningkatkan kualitas start up binaan dan memberikan pendampingan dalam mengelola usaha atau bisnis yang dijalankan untuk tetap eksis dikemudian hari.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jendral Perbendaharaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit mengundang Bapak/Ibu peneliti di lingkungan Universitas Airlangga untuk mengajukan usulan proposal paling lambat tanggal 18 Februari 2022 melalui https://program-riset.bpdp.or.id/ dan dikirimkan ke email info@bpbrin.unair.ac.id. untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi staf kami Toni Prasetyo (081475505043) dan Bagus Prasetyo (081235411477).
Pengumuman dan Panduan Teknis Proposal bisa di download di
#universitasairlangga #unairhebat #bpbrinunair #proposalpendanaan
Inkubator Bisnis dan Teknologi yang dikelola Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi Universitas Airlangga ditunjuk oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk melaksanakan Program Kewirausahaan Sosial (Prokus). Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan di Kabupaten Mojokerto dengan melakukan pendampingan bagi keluarga penerima manfaat. Ceo Start Up yang ada di Inkubator Bisnis dan Teknologi juga ikut berpartisipasi sebagai mentor bagi keluarga penerima manfaat supaya para peserta mampu untuk mandiri dalam menjalankan usahanya dan terus berinovasi.