Bahasa dan budaya telah menjadi bagian dinamis dari gerak aktivitas perabadaban. Bukan hanya persoalan sosial dan politik, melainkan ekonomi. Jika dalam persoalan sosial dan politik, bahasa dan budaya seringkali bisa menjadi jembatan dalam upaya saling memahami perbedaan kebiasaan dan perekatan solidaritas, di bidang ekonomi pengajaran bahasa asing sekaligus budaya yang melingkupinya telah mendorong perputaran ekonomi sebuah wilayah. Tidak menutup kemungkinan bahasa dan budaya Korea yang saat ini terus menjelma ke dalam Korean Wave terutama bagi generasi milenal. “Demam Korea tidak hanya menjadi peluang bagi UNAIR untuk menjajaki kerjasama bisnis dengan pihak terkait. Pertemuan antara Airlangga Global Engagement dan Pusat Bahasa Korea bbb yang menghasilkan beberapa rekomendasi perlu ditangkap sebagai kesempatan yang luas,” jelas Ketua Lembaga Pengembangan Bisnis (LPBI) UNAIR Muhammad Nafik (8/7.

Sebagaimana diketahui, Pusat Bahasa Korea bbb menawarkan kepada UNAIR untuk membuka kelas pengajaran bahasa dan budaya sekaligus membuka kesempatan bagi lulusan kelas Bahasa Korea untuk bekerja di Perusahaan Korea. Pusat Bahasa Korea bbb merupakan organisasi non pemerintah yang bergerak pada bidang pengajaran bahasa dan pertukaran budaya Korea. Saat ini BBB Korea telah mendirikan beberapa pusat bahasa di beberapa Negara ASEAN. Pusat bahasa ini mendapat dukungan dana dari perusahaan Korea dan memiliki keinginan mendirikan pusat bahasa dan budaya Korea di UNAIR melihat banyaknya perusahaan asal Korea di Surabaya dan Malang.

“LPBI sedang mengkaji dan tentu saja menyambut baik tawaran ini dengan syarat tertentu. Yang terpenting give and give dan sesuai prosedur,” tambah Koordinator Pengembangan Bisnis LPBI Arya Wirayuda.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *